Ada dua jenis keresahan yang sering menyambangi kepala anak muda mulai usia dua puluhan ke atas. Pertama, harga gofood yang naik turun kayak iman saat digoda diskon 7.7. Kedua, pertanyaan klasik yang bikin kepala berasap yaitu, “Kapan nikah?”
Pertanyaan ini seringkali dilempar dengan wajah polos oleh teman satu tongkrongan, tapi jawabannya bisa mengguncang iman, dompet, dan status media sosial. Bagi sebagian orang, hal ini masuk skala prioritas. Tapi bagi sebagian yang lain, nikah ibarat keberanian memilih jalan hidup.
Mari kita bahas dengan tetap santai, nggak pakai menghakimi seseorang.
Dari Segi Fitrah dan Nafkah
Menikah itu ibadah, umroh juga ibadah. Tapi keduanya jelas beda fungsi dan dampaknya. Menikah berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan fitrah manusia, baik lahir maupun batin. Kalau kata sebagian ulama, menikah bisa menyempurnakan separuh agama. Itu artinya kalau kamu belum nikah, baru setengah, sisanya ya semoga cukup dengan sabar dan dzikir malam.
Tapi umroh punya nilai luar biasa. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: “Antara satu umroh ke umroh yang lain adalah penghapus dosa di antara keduanya…” (HR. Bukhari dan Muslim). Nah, siapa yang nggak tergoda dengan janji penghapus dosa ini?
Pertanyaannya sekarang adalah, “Kalau uangnya terbatas, mana yang lebih mendesak?”
Kalau Uangnya Cuma Rp30 Juta
Kita pakai simulasi biar lebih nyata. Misal kamu punya tabungan Rp30 juta. Cukup lah buat umroh bareng travel terpercaya kayak JafaTour, yang udah ngurus jamaah dari berbagai daerah Indonesia, bahkan bantu connecting flight kalau kamu dari luar Jawa.
Tapi dengan Rp30 juta juga, kamu bisa bikin akad nikah sederhana, beli cincin, sewa tenda, bahkan mungkin nyicil kasur dan rice cooker. Kalau kebetulan calonnya juga punya tabungan, ya bisa makin mantaplah hajatan minimalis tapi sakral.
Masalahnya, dua-duanya butuh uang, dua-duanya juga nggak bisa dijalanin setengah-setengah.
Suara Netizen, “Nikah Aja Dulu, Umroh Bisa Bareng”
Argumen ini sering berseliweran di komentar TikTok dan utas X penuh curhat. Secara logika sosial, menikah lebih mendesak. Kalau sudah ada pasangan yang halal, bisa saling support, bahkan bareng-bareng nabung untuk umroh. Ujung-ujungnya bisa thawaf bareng, atau sambil gandengan tangan saat jalan kaki ke Masjid Quba (asal nggak lebay dan tetap jaga adab, ya…).
Tapi nggak semua orang dalam posisi punya calon. Ada juga yang masih dalam fase healing, atau memang belum mau menjalin hubungan karena alasan pribadi. Nah, buat kelompok ini, umroh dulu bisa jadi pilihan yang menenangkan. Mencari ketenangan hati di Tanah Suci sembari memohon kepada Allah supaya diberikan jodoh.
Kalau kamu ingin tahu tentang persiapan umroh praktis dari A-Z, bisa cek artikel Persiapan Umroh Praktis bagi Pemula
Solusi Alternatif
Nikah dan umroh keduanya bisa dikejar asal mau hidup realistis. Kalau niat nikah, nggak perlu pesta hotel mewah. Cukup akad di KUA, undang keluarga inti, dan dokumentasi pakai HP 4K. Sisanya bisa disisihkan buat umroh berdua di tahun depan. Banyak kok yang berangkat umroh suami-istri setelah beberapa bulan menikah, bahkan ada juga yang ikut paket umroh Ramadhan sambil i’tikaf.
Begitu juga sebaliknya. Kalau umroh dulu, lalu Allah pertemukan jodoh di Tanah Suci (yang katanya, sekali lagi katanya… banyak kejadian begitu), bisa jadi kisah manis untuk dikenang dan disyukuri. Tapi jangan pergi umroh semata-mata karena berharap ketemu jodoh ya, nanti yang pulang cuma bawa air zamzam dan kekecewaan.
Tanya Diri Sendiri Apakah Siap Lahir Batin?
Semua kembali pada kesiapan. Umroh itu perjalanan fisik dan spiritual. Nikah juga begitu, bahkan lebih kompleks karena melibatkan dua keluarga, dua isi kepala, dan dua jenis sabun cuci muka.
Kalau memang secara finansial dan emosional kamu lebih siap menata hati dengan pasangan, silakan nikah. Tapi kalau kamu merasa belum cukup dewasa dan butuh menyendiri sejenak di bawah langit Makkah, umroh bisa jadi jeda yang penuh makna.
Akhirnya
Hidup ini bukan lomba siapa yang umroh duluan atau nikah duluan. Yang penting, langkah kita membawa manfaat, panen pahala, tidak melakukan maksiat, dan membawa bekal untuk masuk surga. Mau umroh dulu, nikah dulu, atau keduanya jalan bareng, yang penting niatnya bersih tujuannya lillah.
Kalau kamu butuh info tambahan seputar perjalanan umroh, bisa langsung cek artikel Miqat Umroh yang Tepat dan Lokasinya
Sampai jumpa di Tanah Suci, entah sebagai jomblo bertakwa atau pasangan halal yang thawaf bareng!
Butuh bantu hitung biaya umroh yang pas dengan anggaran kamu? Coba hubungi tim JafaTour, kami bisa bantu simulasi plus opsi connecting flight buat kamu yang di luar Jawa. Tenang aja, jodoh mungkin belum pasti, tapi pelayanan kami insya Allah memberi solusi.
