Umroh I’tikaf Idulfitri Perjalanan Terakhir Musim Umroh 1447 H

Thawaf umrah saat low season.

Musim umroh 1447 H perlahan mendekati penutupnya. Di penghujung Ramadan ini, Jafatour kembali memberangkatkan rombongan jamaah dalam program Umroh I’tikaf Idulfitri. Keberangkatan ini menjadi perjalanan terakhir di musim umroh tahun ini, sebelum rehat memasuki musim haji.

Pada Senin 9 Maret 2026, sebanyak 50 jamaah berangkat menuju Tanah Suci menggunakan penerbangan Lion Air. Rombongan ini tidak hanya berasal dari Yogyakarta. Jamaah datang dari berbagai daerah di Indonesia dan berkumpul terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jeddah (JED).

Perjalanan menuju Tanah Suci memang sering menjadi cerita tersendiri bagi jamaah. Apalagi menggunakan maskapai Lion Air, semenjak dari rumah harus sudah tertanam mindset “pesawat akan delay”. Dan memang benar adanya, penerbangan kali ini pesawat delay selama 2 jam di Bandara Soekarno-Hatta.

Berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta Sebelum Terbang ke Jeddah

Sebagian jamaah tiba di Cengkareng sejak pagi hari. Mereka datang dari berbagai daerah dengan penerbangan domestik yang berbeda-beda. Setelah seluruh rombongan lengkap, sesuai jadwal acara jamaah melakukan proses check-in dan persiapan keberangkatan menuju Jeddah dari Terminal 2F.

Rencana perjalanan berjalan cukup lancar, meskipun rombongan sempat mengalami delay sekitar dua jam di Bandara Soekarno-Hatta. Hal seperti ini cukup sering terjadi dalam penerbangan internasional, apalagi pada musim perjalanan yang padat.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya pesawat lepas landas menuju Arab Saudi. Pesawat yang digunakan adalah Airbus A330-941. Perjalanan udara menuju Jeddah memakan waktu lebih dari 10 jam. Bagi sebagian jamaah, ini adalah penerbangan langsung terpanjang yang pernah mereka rasakan.

Meski begitu, suasana di dalam pesawat tetap terasa hangat. Jamaah banyak memanfaatkan waktu untuk beristirahat, membaca Al-Quran, atau sekadar berbincang dengan sesama jamaah.

Tiba di Jeddah di Tengah Ramainya Musim Ramadan

Rombongan akhirnya tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, salah satu pintu utama kedatangan jamaah umroh dari berbagai negara.

Seperti yang sudah sering terjadi setiap akhir Ramadan, suasana bandara terlihat cukup padat. Banyak jamaah dari berbagai negara datang hampir bersamaan. Proses kedatangan membutuhkan sedikit kesabaran, mulai dari pemeriksaan imigrasi hingga menunggu transportasi menuju Makkah.

Bus yang akan membawa jamaah menuju Makkah juga harus mengantre cukup lama di area bandara karena padatnya kendaraan. Setelah keluar dari bandara, perjalanan menuju Makkah pun masih dihadapkan dengan kondisi lalu lintas yang cukup ramai.

Hal ini membuat perjalanan menuju Makkah sedikit lebih lama dari biasanya. Namun bagi jamaah, kondisi tersebut bukan hal yang terlalu mengganggu. Banyak yang justru menikmati perjalanan sambil membayangkan momen akan melihat Ka’bah kembali. Jamaah umroh i’tikaf & Idulfitri biasanya sebelumnya sudah pernah umroh, baik umroh selain bulan Ramadan maupun alumnus umroh Ramadan tahun sebelumnya.

Alhamdulillah, Umroh Sudah Dilaksanakan

Setibanya di Makkah, jamaah ke hotel untuk istirahat sejenak, kemudian segera bersiap untuk melaksanakan rangkaian ibadah umroh. Sebelumnya jamaah sudah membaca niat saat melewati miqat Qarn Al-Manazil menggunakan pesawat, kemudian jamaah melaksanakan thawaf di Masjidil Haram, dilanjutkan dengan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, hingga akhirnya menutup rangkaian umroh dengan tahallul.

Setelah rangkaian umroh selesai, suasana jamaah menjadi lebih tenang. Mereka sudah menyelesaikan ibadah umroh dan kini bisa lebih fokus pada ibadah-ibadah lainnya di Masjidil Haram.

Memanfaatkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Saat ini jamaah tengah memasuki fase yang paling dinantikan, yaitu 10 hari terakhir Ramadan. Banyak jamaah yang memang memilih waktu ini karena ingin memperbanyak ibadah di Tanah Suci.

Di hari-hari ini, aktivitas jamaah biasanya diisi dengan berbagai ibadah seperti:

  • memperbanyak shalat sunnah di Masjidil Haram
  • membaca Al-Quran
  • berdzikir dan berdoa
  • mengikuti i’tikaf di masjid

Sepuluh malam terakhir Ramadan dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.

Karena itu, banyak jamaah yang memilih menghabiskan sebagian besar waktunya di Masjidil Haram. Suasana masjid pada periode ini memang terasa sangat hidup, dengan jutaan jamaah dari berbagai negara yang datang untuk beribadah.

Penutup Musim Umroh 1447 H

Keberangkatan Umroh I’tikaf Idulfitri ini menjadi penanda perjalanan di penghujung musim umroh 1447 H bersama Jafatour. Bagi para jamaah, perjalanan ini tentu memiliki makna tersendiri. Selain dapat menunaikan ibadah umroh, mereka juga memiliki kesempatan menjalani hari-hari terakhir Ramadan dan shalat Idulfitri di Tanah Suci.

Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, serta dapat memanfaatkan setiap waktu di Makkah dengan sebaik-baiknya. Harapannya, mereka bisa pulang ke Tanah Air dengan hati yang bersih dan membawa oleh-oleh yang tak mudah dilupakan. Kami memberi hadiah Idulfitri kepada jamaah umroh dengan memberikan bebas biaya bagasi kepulangan sebesar 35 kg sampai bandara daerah masing-masing.

Artikel Popular

Table of Contents

Share Artikel :

Hubungi kami di : +62 898-1875-333

Kirim email ke kamijafatour.marketing@gmail.com