Masuk ke Raudhah yang berada di tenggara Masjid Nabawi, harus mengajukan izin terlebih dulu dari otoritas terkait. Lambat laun pengajuan izin masuk Raudhah secara berkoloni mulai dibatasi. Tahun 2025 para jamaah umroh mulai diarahkan menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengajukan izin masuk Raudhah.
Sebelum lanjut, bisa lho daftar umroh i’tikaf Ramadhan 2026 bersama JafaTour. Buka halaman ini.
Apa itu Raudhah?
Kami petikkan dari artikel Konsultasi Syariah sebagai berikut:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
“Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman surga.” (HR. Bukhari 1195, Muslim 3434).
Di hadits lain riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang semisal dengan tambahan,
وَمِنْبَرِى عَلَى حَوْضِى
“Dan mimbarku di atas telagaku..” (HR. Bukhari 1196, Muslim 3436)
Para ulama berbeda pendapat ketika menafsirkan hadits-hadits berkaitan dengan Raudhah, yang dapat disimpulkan menjadi 3 pendapat.
Pertama, makna hadits tekstual. Artinya tempat ini (antara rumah dan mimbar Nabi) akan diangkat oleh Allah dan dijadikan taman surga.
Kedua, Orang yang beribadah di sana akan mengantarkannya ke surga.
Ketiga, hadits di atas bentuknya majaz (kiasan). Dalam arti, tempat antara rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mimbar beliau disebut sebagai Raudhah, karena di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di tempat ini wahyu disampaikan, pengajian dirutinkan, iman ditumbuhkan, ibadah disemarakkan, semua sahabat khusyu’ dan tunduk di hadapan Allahu Ta’ala.
Kesimpulan ini disampaikan Ibnu Hajar Al Atsqalani rahimahullah. Dalam Fathul Bari 4/100 beliau menilai pendapat ketiga paling mendekati kebenaran.
Izin Masuk Raudhah mulai 2025
Seiring berjalannya waktu, izin masuk Raudhah mengalami perubahan, mengingat membludaknya umat muslim yang ingin ke sana, sehingga perlu mengatur mengatur lalu lintas keluar masuk Raudhah agar tidak berdesakan yang dapat menimbulkan keadaan darurat. Pihak berwenang mulai tahun 2025 mewajibkan jamaah yang ingin ke Raudhah untuk mengajukan izin kunjungan melalui aplikasi resmi Nusuk.
Kuota izin sering dibuka secara berkala (misalnya setiap 20 menit) agar jamaah tidak lama menunggu kesempatan masuk Raudhah. Dalam pembaruan terbaru, bagi jamaah yang sudah berada di sekitar Masjid Nabawi, tersedia layanan “jalur cepat” (fast track) masuk Raudhah. Hal ini memungkinkan kunjungan tanpa harus menunggu lama sejak kunjungan sebelumnya. Laki-laki dan perempuan memiliki kuota dan jadwal masuk berberda, perhatikan pemilihan jenis kelamin di aplikasi Nusuk agar tidak terjadi kesalahan pengajuan izin.
Langkah Praktis Masuk Raudhah ala Jafatour
Berikut panduan langkah demi langkah agar kesempatan Anda masuk Raudhah lebih besar.
1. Gunakan Aplikasi Nusuk
- Unduh aplikasi Nusuk lewat Google Play Store (Android) atau App Store (iOS).
- Daftar atau login, masukkan data paspor dan informasi sesuai identitas.
- Setelah login, pilih layanan akses ke Rawdah, lalu pilih tanggal dan jam kunjungan yang tersedia.
- Simpan kode QR atau “permit” digital yang diberikan sebagai bukti saat memasuki Raudhah.
- Cek aplikasi beberapa kali per hari untuk mendapatkan jadwal masuk Raudhah yang sesuai kebutuhan.
Daftar dan login saat masih di Indonesia, untuk mengajukan izin masuk Raudhah butuh visa yang akan diterbitkan saat akan berangkat umroh.
2. Manfaatkan Fitur “Instant / Fast-Track” (Jika Sudah di Madinah)
Jika sudah tiba di Madinah, aktifkan lokasi pada ponsel, lalu pantau terus aplikasi Nusuk. Kadang kuota instan dibuka untuk orang yang berada dekat Masjid Nabawi. Ini cara praktis tapi belum tentu bisa mendapatkannya.
Pastikan datang ke Masjid Nabawi tepat waktu, maksimal 30 menit sebelum jadwal masuk.
3. Pilih Waktu dan kuota yang Sesuai
- Karena kuota dibagi berdasarkan jenis kelamin (laki-laki & perempuan), perhatikan dengan saksama saat memilih kuota. Ini penting agar izin valid dan bisa masuk.
- Selalu patuhi jadwal yang dituliskan di permit — jika datang terlalu awal atau terlambat, Anda bisa ditolak oleh petugas.
4. Gagal di Aplikasi, Coba Datang ke Kantor Nusuk
Jika ada masalah teknis pada aplikasi, jamaah bisa mendatangi langsung kantor Nusuk yang terletak dekat pintu 365 Masjid Nabawi. Di sana petugas bisa membantu menerbitkan izin secara manual. Pastikan membawa paspor, visa umroh, dan dokumen terkait lainnya supaya proses verifikasi bisa dilakukan lancar. Cara ini tidak kami anjurkan, kecuali aplikasi Nusuk tidak bisa diakses.
Sebagai panduan bagi calon jamaah umroh di JafaTour, berikut beberapa tips dari kami agar sukses masuk Raudhah:
- Segera install aplikasi Nusuk sebelum keberangkatan, pelajari cara daftar, dan siapkan data visa/paspor.
- Pantau aplikasi intensif, terutama saat malam atau dini hari karena kuota bisa muncul sewaktu-waktu.
- Aktifkan layanan lokasi (GPS) jika sudah di Madinah, untuk memanfaatkan fitur “instant/fast-track”.
- Jika ada kendala teknis, jangan ragu datangi langsung kantor Nusuk dekat pintu 365 di Masjid Nabawi.
- Hubungi tim kami di kantor, tour leader, pembimbing, maupun muthawif jika kesulitan saat mengajukan izin masuk Raudhah.
Semoga panduan ini bermanfaat bagi jamaah yang sedang berjuang mendapatkan izin masuk Raudhah.
